Di bulan puasa, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”


Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate). Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.
Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.
Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah ‘ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.
Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

Ingin ‘Kurus’
(Melenceng dikit dari topik)
Untuk sahabat-sahabat yang ingin kurus: jangan diet (dalam pengertian mengurangi frekuensi makan). Diet justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung lemak karena ‘dilaparkan’. Ketika diet memang makanan tidak masuk, tapi begitu makanan masuk, kecenderungan tubuh untuk menimbun lemak dari makanan justru lebih besar.
Rahasia kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon insulin dalam tubuh stabil, tidak melonjak-lonjak. Caranya, hanya makan makanan yang memberi respon insulin rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.

Respon insulin tubuh meningkat bila:
(1) Makin tinggi jumlah karbohidrat yang dimakan dalam satu porsi, makin tinggi pula respon insulin tubuh (ini umumnya porsi kita di Indonesia: lebih dari 70 persen dari satu porsi makannya adalah nasi).
Makanya, makanlah dengan karbohidrat cukup lima puluh persennya saja. Sisanya protein, dan 5-10 persennya lemak. Lemak ini cukup dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan, misalnya. Atau kuning telur. Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan (yang justru buruk pengaruhnya bagi tubuh). Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah beberapa nutrisi dan vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh.
(2) Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang dikonsumsi, semakin meningkat pula respon insulin tubuh. Makanya, makan hanya makanan yang GI-nya rendah. Nanti saya jelaskan di bawah.
(3) Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin setiap kali makan.
Ini sebabnya diet (dalam pengertian: mengurangi frekuensi makan supaya kurus) tidak akan pernah berhasil untuk jangka lama. Setelah diet selesai, tubuh justru akan cenderung lebih gemuk dari sebelum diet. Supaya kurus (baca: supaya respon insulin tidak melonjak) justru harus makan lebih sering (4-5 kali sehari) tapi dengan porsi setengah atau sepertiga porsi biasa, dengan karbohidrat maksimal 50 persen saja setiap porsi.

Kalau respon insulin tubuh sudah stabil, maka tinggal diatur: kalau ingin kurus, kalori yang masuk harus lebih sedikit dari kalori makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari hari. Tambah dengan olahraga teratur untuk membakar lemak berlebih dalam tubuh, dan memperbesar otot. Otot membutuhkan energi, maka makin terlatih otot, ia akan makin mengkonsumsi lemak dalam tubuh kita untuk energi.

Sebaliknya kalau ingin memperbesar otot (bukan gemuk) atau mengencangkan badan, maka kalori yang masuk harus agak lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita pakai untuk aktivitas selama sehari, agar otot mengalami pertumbuhan. Otot sendiri dirangsang pertumbuhannya dan ‘kekencangannya’ dengan olahraga teratur. Perbanyak protein agar pertumbuhan otot optimal. Karbohidrat cukup diposisikan sebagai bahan pemberi energi, bukan untuk mengenyangkan perut.

Lucu ya: kalau ingin kurus atau memperbaiki bentuk badan, termasuk menumbuhkan otot, justru harus makan lebih sering dengan porsi kecil. Makan yang mengandung lemak, goreng-gorengan, kanji, atau karbohidrat sederhana seperti gula, manisan, minuman ringan bersoda dan sebangsanya itu sudah out of the question. Kalau kita jarang makan, atau makan tidak teratur dan sekalinya makan ‘balas dendam habis-habisan’, ya justru respon insulin kita juga melonjak dan membuat tubuh jadi menimbun lemak.

Sekali lagi, baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan keseharian, makanlah makanan yang seimbang: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak dalam setiap porsinya. Jauhilah karbohidrat sederhana sebisa mungkin. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.
Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Dengan demikian, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas. Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks (protein jangan dilupakan!) sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak) adalah: sukrosa (gula-gulaan), makanan manis-manis, manisan, minuman ringan, jagung manis, sirop, atau apapun makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Hindari, puasa atau tidak puasa.

Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah): buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya. Sekarang ngerti kan, kenapa para pemain tenis dunia, pemain bola, pemain basket atau pelari sering terlihat ‘ngemil pisang’ di pinggir lapangan? Karena mereka butuh energi cepat, tapi nggak ingin badannya gembul berlemak.

Karbohidrat Kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi): Nasi putih, kentang, jagung.
Karbohidrat Kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian, sayuran. Ini yang paling dicari para praktisi fitness.

Makanan yang diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks) akan membuat kita tidak cepat lapar dan energi dihabiskan cukup untuk aktivitas satu hari penuh; respon insulin rendah membuat tubuh kita tidak cenderung untuk menabung lemak.
Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit), atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah), sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari. Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air, lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi karbohidrat-protein-lemak-air proporsional. Dan tentu tidak untuk ‘balas dendam’ karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan keinginan hawa nafsu ‘makan sekenyang-kenyangnya’. Belajar sabar.

Waham Umum
Kembali ke topik. Menurut saya, “berbukalah dengan yang manis-manis” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.
Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.
Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.” Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

“Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang,” kata Rasulullah.
“Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)
Semoga bermanfaat….

Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

Rini 'Idol': Puteri Indonesia Berbikini Pada Tempatnya



Saat sebagian orang mengecam tindakan Zivanna Letisha Siregar yang berpose dengan bikini di ajang Miss Universe, Rini 'Idol' tetap membelanya. Baginya Zizi berbikini pada tempatnya.

Menurut Rini, tak ada alasan untuk menjelek-jelekan tindakan Zizi. karena Zizi tak menyalahi aturan dengan berbikini di sembarang tempat.


"Kalau menurutku sah-sah saja. Semua finalis memang memakai bikini. Dan menurutku dia berbikini pada tempatnya," ujar Rini saat berbincang dengan detikhot di Plaza Senayan beberapa waktu yang lalu.

lagipula masih menurut Rini, tak ada salahnya untuk mendukung perjuangan Zizi, karena saat ini ia tengah membawa nama negara ke kancah international. Apalagi, poling Zizi pun selalu berada di peringkat tiga besar.

Jika boleh memilih, Rini lebih suka Puteri Indonesia pakai baju renang one piece atau bikini?

"Ya kalau aku pribadi sih lebih suka Puteri Indonesia pakai one piece. Lebih Indonesialah," ujarnya lagi.


Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

Secondhand Serenade Tampil Memukau di Jakarta



Secondhand Serenade

Walaupun baru pertama kali datang ke Indonesia, namun Secondhand Serenade mengaku Jakarta adalah salah satu tempat yang paling disenanginya. Dan dalam ajang Java Rockin' Land kali ini, Secondhand tampil begitu memukau.

Di atas panggung, Secondhand langsung menyapa penggemarnya dengan lagu Your Call disambung dengan Maybe yang langsung disambut tepuk tangan penonton.


"How Jakarta tonight?" sapa John Vesely, satu-satunya pentolan proyek solo beraliran emo itu.

"Bukan suatu kesalahan kalau gue bisa bersama kalian di sini. Saya, John, senang bisa bersama kalian di sini. Dan Jakarta adalah salah satu tempat yang saya senangi dari seluruh dunia," lanjutnya dari atas panggung.

Lagu Secondhand yang paling fenomenal, Fall For You, dinyanyikan sebelum Good Bye yang dijadikan lagu penutup di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (08/08) malam itu.

Penonton di hari kedua ajang musik bergengsi itu sendiri tidak seperti hari pertama yang terlihat sepi. Hari itu penonton terlihat ramai dan memadati bagian depan panggung sambil ikut bernyanyi dan menikmati musiknya.



Download 2 Album (Awake dan Twist In My Story)
(Size : 103,26 Mb)

Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

Artis-artis Cantik dari Negara "Macan Asia"



Artis Tercantik dari Negara Korea
(Song Hye Kyo)


Ada cerita saat Song Hye-kyo lahir. Awalnya, saat dilahirkan, Song dalam keadaan sakit, orang tua dan dokter udah angkat tangan dan pasrah. Tapi, mukjizat datang saat Hye-kyo tiba-tiba jadi sehat. Makanya, orang tuanya mendaftarkan ulang tanggal lahir Song Hyo-kyo di tanggal 26 Februari 1982, saat dirinya dinyatakan selamat.

Di tahun 2000, nama Song Hye-kyo meroket dengan judul TV drama korea “Autumn In My Heart” yang juga dikenal sebagai “Autumn Tale” atau “Endless Love” bareng Song Seung-hun dan Won-bin. Tahun 2001 nongol lagi di drama korea yang juga terkenal, “Hotelier“. Tahun 2003 Song jatuh cinta sama Lee Byung Hun saat ketemu di “All In” yang sayangnya bubar di taon 2005.


Di tahun 2004, Song mengulangi kesuksesan dengan main drama korea bareng penyanyi Korea Rain (bi) di judul “Full House”

Film perdana Song Hye-kyo dirilis tahun 2005 berjudul “My Girl and I” bareng Cha Tae-Hyun meski ga’ begitu populer. Lantas, Song kembali nge-garap film berikutnya yang diambil dari kisah nyata kehidupan abad 16,”Hwang Jin-i“. Dan yang terbaru di taon ini adalah film ‘1949‘.

Berikut ini Biodata Song Hye Kyo :
* Nama Lengkap : Song Hye-kyo (Song Hye-gyo, Song Hae-kyo)
* Nama Kecil : Hakkyo
* Tanggal Lahir : 22 November 1981
* Tempat Lahir : Korea Selatan
* Tinggi : 161 cm
* Bloodtype : A
* Religion : Roman Catholic
* Hobi : Belanja, nonton, dengerin musik, koleksi parfum.


Dan ini dia urutan artis-artis tercantik dari negara tetangga kita, Korea :

10. Kim Hyo Yeon


9. Lee Da Hee


8. Han Chae Ah


7. Park Si Yeon


6. Han Chae Young


5. Huang Mi Hee


4. Jeon Ji Hun


3. Han Ga In


2. Kim Tae Hee


dan urutan pertama adalah : Song Hye Kyo



Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

Lagu Dibajak di Malaysia Afgan Minta Ganti Rugi Rp 30 Miliar



Jakarta – Masih ingat soal pembajakan RBT ‘Bukan Cinta Biasa‘ milik Afgan di Malaysia? Gara-gara lagunya dibajak Afgan meminta ganti rugi 3 juta dollar atau sekitar Rp 30 miliar.

Salah satu perusahaan telekomunikasi Malaysia, Maxis membajak lagu Afgan sejak Mei 2009. Lagu itu dijual di situs www.maxis.com dengan harga 3 Ringgit Malaysia untuk RBT, 4 Ringgit Malaysia untuk Truetone, dan 6 Ringgit Malaysia untuk full song.

Pada 9 Juni 2009 pihak Afgan datang ke Malaysia. Tak lama, 10 Juni 2009 Maxis mengajak Afgan berdamai. “Kita menyetujui langkah damai namun dengan syarat Maxis harus membayar ganti rugi sebesar 3 juta dollar Amerika Serikat,” kata kuasa hukum Afgan, Handra Deddy Harsan saat ditemui di kantor WannaB di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2009).




Namun permintaan ganti rugi itu tak digubris Maxis hingga jatuh tempo pada 24 Juni 2009. Afgan pun tak segan-segan melaporkannya ke Mabes Polri jika permintaannya tak dipenuhi.

Afgan tak datang saat jumpa pers, ia pun ditelepon oleh pengacaranya dan suaranya diperdengarkan ke wartawan. “Kecewalah, cuma saya sebagai penyanyi menyerahkan sepenuhnya ke pihak label. Semoga ada titik temunya lah. Saya mengharapkan ada yang terbaik,” kata Afgan.

Di tengah masalah yang membelitnya, Afgan mendapatkan nominasi dari ajang Anugerah Planet Muzik Malaysia. Namun menurut Afgan itu tak mempengaruhi permasalahan pembajakan RBT lagunya. “Nggak ngaruh, itu beda,” katanya.

AFGAN

Saat ini aktifitas download RBT Afgan di situs Maxis sudah dihentikan. Pelanggan telekomunikasi Malaysia yang terlanjur mendownload lagu Afgan akan digantikan dengan lagu Selalu Mengalah milik Seventeen secara cuma-cuma.

“Maaf, hak jualan Afgan – Bukan Cinta Biasa telah tamat, dan akan dipadam. Dari menu caller ringtone Anda diganti dengan Seventeen – Slalu Mengalah secara percuma untuk sebulan,” begitu informasi yang tertulis saat men-download RBT Afgan.



Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

Merantau

Merantau
(Laga Cinta Pemuda Minang dan Penari Klab Malam)



Apa jadinya jika sepasang kekasih Yudha, perantau asal Minang dan Astri, penari klub malam dikejar penjahat dan mafia perdagangan seks internasional? Konflik drama dan laga akhirnya menjadi makanan Yuda dan Astri. Mampukah keduanya menyelamatkan diri?

Merantau berawal dari rencana Yuda (Iko Uwais), pemuda berdarah Minang yang memutuskan pergi merantau ke Jakarta. Merantau bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, adalah tradisi anak laki-laki untuk mencari kesuksesan dan jati diri sebagai pria sejati.


Namun setiba di Jakarta, perjalanan hidup Yuda tak semulus perkiraan. Tak memiliki tempat tinggal dan keluarga, justru membuatnya menemui banyak kesulitan. Terlebih setelah ia bertemu Astri (Sisca Jessica) seorang penari klub malam yang ia cintai, dan adiknya Adit (Yusuf Aulia).

Kesulitan harus dihadapi Yuda, karena Astri akan dijual sebagai wanita oleh Joni (Alex Abbbad) kepada dua mucikari internasional, Ratger (Mads Koudal) dan Luc (Laurent Buson).

Demi menyelamatkan Astri dan Adit, Yuda akhirnya terlibat jauh dalam permasalahan bisnis hitam yang melibatkan gengster dan sejumlah penjahat berbahaya internasional.

Mampukah Yudha, Astri dan Adit lolos dari jaringan penjahat dan mafia perdagangan seks internasional?

Meski pemain pendatang baru, Iko yang atlet silat, mampu menampilkan kualitas akting mengesankan. Kombinasi adegan berkelahi yang tertata rapi dan natural dengan aktingnya begitu memukau. Begitu juga, Sisca Jessica yang natural dan terlihat profesinal layaknya penari klub malam. Apalagi dengan dukungan tampilnya, aktris kawakan peraih banyak penghargaan, Christine Hakim.

Merantau besutan sutradara Gareth Evans ini memupus rasa rindu karena sudah lama tenggelamnya film bergenre drama laga di Indonesia. Malah bisa jadi, Iko akan mampu mengggantikan popularitas bintang laga sekelas Barry Prima, Advent Bangun atau pun Geoge Rudy.

Judul: Merantau

Genre: Drama Aksi

Pemain: Iko Uwais, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Sisca Jessica, Yusuf Aulia, Mads Koudal, Laurent Buson, Alex Abbad dan Yayan Ruhiyan.

Sutradara: Gareth Evans

Skenario: Garet Evans

Produser: Ario Sagantoro

Produksi: PT Merantau Films


Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

The Taking of Pelham 123

The Taking of Pelham 123
(Aksi Pialang Menjadi Teroris Kereta Api)



Apa jadinya jika seorang pialang saham menjadi teroris? Setiap sandera dijadikan komoditi dengan patokan harga dan taruhan nyawa yang berubah-ubah setiap waktu.

Itulah sekilas cerita film The Taking of Pelham 123 yang diperankan oleh Denzel Washington dan John Travolta. Dua aktor gaek ini dipertemukan oleh sutradara Tony Scott dalam satu scene penuh dalam film ini.

Film ini merupakan adaptasi novel thriller karya Morton Freedgood yang berjudul sama, dan merupakan remake dari film pada tahun 1974 oleh Joseph Sargent. Lalu pada 1998, Felix Enriquez Alcala menuangkan kisah ini dalam bentuk skenario televisi.


Judul yang diambil mengartikan latar tempat dalam film ini, yaitu di Pelham Bay Park Station (bagian dari New York City Subway). Sementara itu, 123 adalah lambang waktu keberangkatan kereta yang dibajak, pukul 1:23.

Cerita bermula dari seorang pengatur perjalanan kereta api bawah tanah Walter Garber (Denzel Washington). Yang tengah mendapat tuduhan serius tentang suap. Sebelumnya Walter adalah seorang Kepala Stasiun Kereta Api Bawah Tanah. Walter memilih mengalah dan turun jabatan daripada harus kehilangan pekerjaan.

Usahanya untuk bertahan itu kemudian terusik oleh teror yang datang secara tiba-tiba di saat ia bertugas. Ketika itu sebut saja Bernard Ryder (John Travolta) menelefon atas pembajakan kereta yang dilakukannya.

Ryder membajak kereta bernomor keberangkatan Pelham 123, dan mengancam akan membunuh seluruh penumpang jika uang tebusan sebesar 1 juta dolar AS tidak segera dikirim dalam waktu satu jam.

Garber yang hanya seorang pekerja di balik meja, harus turun tangan menjadi negosiator. Sambil menekan harga dirinya yang hampir terpancing dengan ajakan Ryder, ia kebagian tugas berat lain. Selain harus membantu kubu pemerintah, ia juga harus mengorbankan dirinya menjadi umpan pancingan untuk menyelamatkan sandera.

Cerita yang dijadikan intrik dalam The Taking of Pelham 123 versi terbaru ini sebenarnya sangat sederhana. Pembajakan yang disertai dengan ancaman menghilangkan nyawa untuk mendapatkan sejumlah uang. Film dengan tema semacam ini tentu sudah tak terhitung. Setiap tahun, ada saja film bertema ini yang digarap seperti Speed, Die Hard dan masih banyak lagi.

Tapi, disini bukan cerita yang menjadi penentu kesuksesan film aksi semacam ini. Melainkan para karakter pemeran film ini dan kemampuan sutradara serta penulis naskah menguntai jalinan ketegangan demi ketegangan untuk membuat mata penonton tetap setia pada alur cerita. Meski ini adalah cerita lama yang dibuat ulang.

Berhasilkan Walter menggagalkan aksi teroris Ryder? Bagaimana dengan kasus suap yang melilit diri Walter? Apa motif pembajakan yang dilakukan oleh Ryder? Tunggu aksi mereka di bioskop kesayangan Anda.

Judul Film The Taking of Pelham 123

Pemain: Denzel washington, John Travolta, James Gandolfini

Genre : Drama kriminal

Sutradara: Tony Scott

Penulis skenario:Brian Helgeland, John Godey

Durasi : 106 menit

Baca Selengkapnya ...


Read Users' Comments ( 0 )

Reversi from PJNation.com





Admin YM :











My site is worth
$2,719.4

Your website value?